
Baru saja kita lewati bulan penuh berkah, Ramadhan. Syawal kita masuki dengan salam. Setiap orang bersalam dan berjabatan tangan dengan ramah dan dihiasi dengan senyum.
(HD Indonesia)
Demikian dengan apa yang aku lakukan di bulan ini, Insya Allah, seterusnya tumakninah.
Di rumah saya tunggu tamu. Sebagian kawanku datang, berbarengan. Bersalaman dan berjabatan tangan tak lupa dilakukan. Begitu tulus, keceriaan yang kita dapatkan. Demikian pula tamu dari istri maupun dari kedua anakku. Tamu-tamu itu datang dengan nuansa penuh keramahan. Berceita ini dan itu, kadang kami tertawa atau tersenyum. Suasana yang membahagiakan.
Suatu hari, saya memenuhi undangan. Begitu banyak tamu datang, dan begitu banyak sapa, salam dan berjabatan.
Ada yang menjadi perhatian saya, ternyata terdapat jabatan tangan yang dilakukan sambil lalu. Entah barangkali karena terlalu sibuk berjabatan tangan karena begitu banyak yang harus dijabattantangi sehingga tiada tutur kata atau pun tatap pandang di antara mereka itu.
Mudah-mudahan saya salah lihat.
Di antara orang-orang yang berjabat tangan denganku, sebagian tidak bertatap dengan ku melainkan sedang mengalihkan pandangan ke orang lain.
Apa yang ak lihat, apa yang aku lakukan? Aku sudah menatap dan memberi senyum.
Beliau sedang sibuk menyambut yang lain.
Astagfirullah, barangkali aku yang salah atau berdosa. Semoga Allah mengampuni kita.
Astagfirullah, barangkali aku yang salah atau berdosa. Semoga Allah mengampuni kita.


0 komentar:
Posting Komentar